Inspirasi: Wanita Sukses Ini Bangun Karir Sejak di Bangku Kuliah

MANADO – Membangun karir saat masih duduk dibangku kuliah bisa menjadi keputusan yang tepat agar cepat berkembang di dunia kerja yang ingin digeluti.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Stefani Renaning Dyah Pratiti Dwijaya Rini.

Gadis yang biasa disapa Rena ini mengaku sudah bekerja sejak masih duduk di bangku kuliah.

Hal ini membuat karir yang dia bangun berkembang cukup pesat.

Berawal dari mahasiswa magang, kini Rena sudah menjabat sebagai Project Manager disalah satu perusahaan yang berkembang di bidang minuman.

Menurutnya jabatan yang dimiliki sekarang tidaklah semudah yang dipikirkan.

“Saya mulai dari bawah. Butuh perjuangan serta kerja keras untuk bisa mendapat kepercayaan dari perusahaan,” kata kelahiran 29 Desember 1991 ini kepada Tribun Manado, Sabtu (01/08-2015).

Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo ini mengaku alasan dibalik rasa betah selama hampir dua tahun di Tong Tji House karena rekan-rekan kerja yang selalu mendukungnya.

“Suasana kekeluargaan sangat terasa,” ujarnya.

Tanggung jawabnya yang mengharuskan dia mengontrol pembukaan Tong Tji House di seluruh Indonesia, pembenahan serta mengawasi kinerja karyawan, juga membuat dia tak pernah bosan untuk bekerja.

“Selalu ada hal yang baru. Karena saya keliling Indonesia untuk memantau pembukaan Tong Tji House. Meski tak bekerja diperusahaan yang bergerak dibidang pariwisata sesuai latarbelakang pendidikan, tapi saya bisa menikmati tempat-tempat pariwisata yang ada di Manado,” tutur putri dari pasangan suami-isteri Yohanes Singgih Warso Wijaya dan Yohana Beata Titi ini.

Adapun tantangan yang selalu dihadapi gadis asal Jogja ini adalah ketika berhadapan dengan orang-orang dari berbagai latarbelakang dan daerah.

“Setiap daerah pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Sama seperti Manado, karena saya tidak berasal dari sini, sehingga komunikasi terkadang masih tidak lancar,” kisahnya

Meski demikian, hampir enam bulan berada di Manado, membuatnya sedikit demi sedikit memahami karakter orang Manado.

“Karyawan kami juga sebagian adalah orang Manado. Sehingga saya belajar banyak hal mengenai karakter orang Manado dari mereka,” jelas anak kedua dari dua bersaudara ini.

Selama bekerja sebagai Project Manager, membuat gadis yang hobby menyanyi ini mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dalam hidup.

“Kita harus tahu bagaimana cara menghargai orang serta tau menempatkan diri ketika bergaul dengan siapa saja. Menghargai budaya, serta karakter masing-masing orang juga kunci dari kesuksesan kita dalam membangun link,” terangnya.

Dia menambahkan dukungan dari kedua orangtua juga membuatnya bisa ‘survive di negeri orang’. Setiap dia memiliki masalah serta tantangan, dia selalu sharing kepada orangtuanya via voice call.

“Setiap ada permasalahan, saya pasti cerita ke orangtua. Hal ini mengobati rasa kangen. Sudah enam bulan tidak bertemu mereka,” akunya.

Dia berharap kedepannya bisa menjadi sosok pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi karyawannya.

“Semoga kedepan pekerjaan selalu lancar dan sukses,” harap gadis yang memiliki moto hidup ‘segala sesuatu yang dikerjakan dengan niat baik pasti menghasilkan hasil yang baik’ ini. (Tribun Manado/Fionalois Watania)

(tribunnews)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply