Gangguan Kesuburan, Wanita Karir Rentan Alami Ini

Gangguan kesuburan merupakan kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS tahun 2008, jumlah wanita usia reproduksi sekitar 39,8 juta orang dan yang mengalami gangguan kesuburan 10-15% (empat juta orang).

Dikatakan oleh Anggota Tim SMART IVF di Fertility Center Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, berbagai penyebab infertilitas di kalangan pekerja sama dengan yang lainnya. Hanya pada kalangan wanita pekerja, dimana terjadi prioritizing, seringkali karir dan pendidikan diutamakan, sehingga baru merencanakan kehamilan saat usia yang lebih tua.

“Pada kalangan wanita karir seperti ini, rentan terjadinya gangguan fertilitas yang berkaitan dengan berkurangnya jumlah dan kualitas sel telur yang dimiliki. Inilah yang dikenal dengan konsep cadangan ovarium, yang erat kaitannya dengan usia biologis,” ungkap dr. Yassin saat ditemui Jitunews di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Yassin mengatakan usia biologis merupakan refleksi dari kuantitas dan kualitas sel telur seorang wanita yang erat kaitannya dengan fekunditas, yaitu kemampan reproduksi seorang wanita untuk memperoleh kehamilan. Sedangkan usia kronologis, merupakan usia yang dihitung berdasarkan tangga lahir seseorang. Disamping penuaan reproduksi yang alamiah, usia biologis dan kronologis tidak selalu sama.

“Sering didapatkan usia biologis lebih cepat menua dibandingkan usia kronologis seseorang. Penurunan ini dipengaruhi berbagai hal, misalnya genetik, adanya penyakit tertentu, riwayat radiasi dan kemoterapi, paparan zat kimia, gaya hidup, dan lain-lain,”pungkasnya.

(jitunews.com)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply